Monday, July 7, 2025

 Siapa Bilang Kita Tidak Butuh Asuransi?

Halo, semuanya. Akhirnya saya nulis lagi :)

Saya ingin berbagi kisah (kembali), saat ini terkait dengan asuransi di keluarga saya. 

Semua berawal dari meninggalnya mama sambung saya, 18 Agustus 2018 di Balikpapan. Saya mengurus asuransi beliau, Prudential dan Allianz, yang jumlahnya lumayan, dan jatuh ke tangan ahli waris, yaitu adik sambung saya.

Lalu, 3 tahun kemudian, papi saya meninggal dunia, 30 Juli 2021, saat pandemi sedang tinggi2nya, di Balikpapan. Saya posisi di Jakarta, satu2nya yang bisa terbang ke Balikpapan. Kedua kakak saya berhalangan hadir karena 1 demam, dan 1 kerja sebagai commercial diver. Saat itu, pikir saya, akan sama dengan meninggalnya mama sambung saya untuk urusan per-asuransi-an. Ternyata, tidak; papi saya tidak ada asuransi swasta, "hanya" BPJS, kala itu klaim uang peti sebesar Rp6.000.000. Asuransi yang dulu bisa cair ratusan juta atas nama mama sambung saya, tidak terjadi untuk meninggalnya papi saya.

Dari situ pikiran saya terhadap asuransi berubah. Yang tadinya hanya memandang sebelah mata, saya jadi sedikit "panik", karena saya belum ada asuransi yang bisa diklaim kelak jika saya ada apa2, untuk keberlanjutan hidup ketiga anak saya. Saya mencari sahabat saya, yang saya tahu menjadi agent salah satu asuransi, dan kebetulan adalah Prudential, yang saya pun paham benefitnya karena sempat mengurus manfaatnya saat mama sambung meninggal. Saya pelajari betul produk yang akan saya miliki, atas nama saya,  dan masing2 nama anak saya. 

Puji Tuhan, lega sekali rasanya sekarang. Saya tidak akan khawatir kelak jika musibah menimpa saya, baik saya sakit kritis, meninggal karena sakit, atau pun meninggal karena kecelakaan (claim sejumlah 300%!)

Disini saya ingin mengajak teman2 yang belum ada asuransi, yuk, buka pikiran kita, pahami produk yang akan kita pilih, dan saya akan dengan sangat senang hati membantu anda, sesuai dengan kemampuan yang teman2 miliki dan kebutuhan yang teman2 inginkan.

Mari kita hidup sehat dan smart, untuk ketenangan dihari tua kelak!

Text me: 081294288203

Monday, April 18, 2016

My Family on DR OZ - Trans TV: Imunisasi & Tidak Imunisasi

Wow, menurut tanggal postingan terakhir sebelum ini, adalah 16 Juli 2015, detail mengenai Hidup Sehat Opa Antonius Porat. What a long time yaaa hihi..

Sekarang karena merasa waktu sudah sedikit lengang, saya tertarik lagi untuk menuangkan lagi cerita saya :)


Ya, saat ini saya sedang mengandung anak ke - 2. Sudah 7 bulan, prediksi lahir di akhir June 2016 ini atau awal Juli. Jadi pas 2 tahun perbedaan dengan kakaknya yang lahir 10 Juli 2014 :)


Lanjut sharing pengalaman setelah mengikuti pelayanan hidup sehat Opa Anton.

Pada hari Selasa 12 April 2016 lalu, saya dan keluarga kecil diundang DR OZ Trans TV untuk menjadi nara sumber, mewakili para orang tua yang memilih tidak memberikan imunisasi kepada anaknya. Syuting saat itu adalah taping / rekaman, dan sebelum mengiyakan tawaran tersebut, kami sempat berat untuk memenuhinya. Karena seperti yang kita semua ketahui, hampir semua orang tua memilih untuk memberikan imunisasi / vaksinasi kepada anaknya. Jadi nampaknya akan menjadi tantangan besar bagi kami yang tentunya akan berhadapan langsung dengan para ahli (dokter - dokter) di program DR OZ tersebut.

Lalu, kami menghubungi Opa Anton untuk asking advise. Beliau memberi masukan untuk kami membaca kontraversi di internet/buku mengenai imunisasi tersebut. Setelah kami membaca semua artikel yang muncul di internet, WOW, banyak yaa ternyata opini - opini masyarakat yang timbul terkait pemberian imunisasi ini.


Sebelum  kami membaca kontraversi tersebut, sebenarnya kami sudah tahu jawabannya, bahwa kami tertarik untuk menjadi nara sumber acara itu, karena memang pengalaman anak kami - Celine yang tidak diimunisasi. Artikel - artikel tersebut hanya menambah pengetahuan kami mengenai imunisasi ini.


Akhirnya, syuting berjalan, dan saya berdampingan dengan Intan Nuraini - artis sinetron, yang saat ini sudah memiliki 2 anak. Anak pertama, laki2, berumur +/- 3 tahun. Anak kedua, perempuan, usia 2 bulan. Dokter yang juga menjadi host adalah dr. Reisa Broto Asmoro, juga ada dokter tamu, dokter tumbuh kembang anak: dr Rini Sekartini.

Sungguh tantangan besar bagi saya saat itu, karena saya paham, kami adalah kaum minoritas, para orang tua yang memilih untuk tidak memberikan vaksin kepada anak. Selain nama2 yang saya sebutkan tadi, tentunya para penonton yang hadir saat itu, juga crew Trans TV, pasti adalah mereka yang setuju vaksinasi. Jadi memang memikul "aliran" ini menuntut kesabaran dan kekuatan menghadapi gunjingan orang banyak hehehe.

Mulai dari pertanyaan - pertanyaan, "yakin, anaknya ga divaksin?", "Ga takut anaknya sakit?", "Kok bisa sih anaknya ga divaksin?", "Punya pengetahuan ga sih tapi mengenai vaksinasi?", "Bagaimana pertumbungan sang anak? Sesuai dengan usia atau bagaimana?", dll. (^_^)


Saya jawab dengan penuh kepastian, bahwa, ya, saya dan suami - kami meyakini bahwa Tuhan sudah menciptakan segala sesuatunya sesuai dengan citra -Nya, kebutuhan dari sang anak, dan alami dalam tubuhnya. Tidak hanya dari setelah melahirkan, tetapi pada saat anak pertama saya masih di kandungan, saya sama sekali tidak mengkonsumsi obat penguat janin bahkan vitamin. Saya murni mengkonsumi makanan sehat - buah - sayuran.

Puji Tuhan anak saya yang 2 bulan lagi berusia 2 tahun, tidak pernah sakit yang berkepanjangan. Sakit hangat terjadi hanya saat tumbuh gigi, itupun maksimal 2 hari. Kekebalan tubuh yang dimiliki juga sangat cukup untuk menolak penyakit masuk ke dalam tubuhnya. Ya kembali ke itu tadi, Tuhan memberikan segala sesuatunya itu cukup. Tidak lebih, tidak kurang.

Pertanyaan yang dilontarkan Intan Nuraini, "Ga takut kalo teman2nya batuk pilek, trus ketularan?", saya jawab, "Itu sempat kejadian, dimana teman2 dekat rumah itu batuk pilek dan anak saya Puji Tuhan tidak sakit'". Ya, jadi memang beberapa pengalaman seperti itu, nyata terjadi. Teman2 Celine sekompleks sakit dan Celine bertahan tidak sakit :) Sekali lagi, Puji Tuhan...


Saat syuting rekaman tersebut, dokter tamu, dr. Rini Sekartini juga netral, tidak terlalu "menghakimi" saya yang tidak memberi vaksin pada anak. Beliau mengatakan, pemberian vaksin itu bukan berarti mencegah datangnya penyakit, tetapi menjadikannya tidak terlalu berat.


:)


Dari percakapan singkat di talkshow tersebut, dr Reisa Broto Asmoro juga shared mengenai anaknya, perempuan, terkena virus saat keluar kota. Usia sang anak 1 tahun. Saya dalam hati hanya bergumam, anak semuda dan sekecil itu sudah terkena virus? :(


Tips yang saya berikan saat itu adalah mengenai pola hidup sehat. Saya berbagi, bahwa saya memasak makanan untuk keluarga saya. Saya tahu proses pembuatannya, bahan - bahannya, tanpa bumbu penyedap, dan kami selalu membawa bekal saat bepergian.

Hal "kecil" yang efeknya ternyata luar biasa, dan mereka cukup salut dengan kisah nyata saya tersebut.

Dear readers,

Di sini saya sharing mengenai parenting atau bagaimana pola asuh orang tua kepada anak. Bahwa orang tua itu mutlak menjadi sumber segalanya bagi sang anak. Ya sumber pendidikan, kecerdasan, kesehatan; tidak hanya raga tapi juga jiwa. Bagaimana kita sebagai orang tua memberikan kebahagiaan untuk anak, sehingga anak merasa damai dan senang selalu. Bagaimana kita sebagai orang tua juga berkewajiban untuk membekali anak dengan hal - hal positif.

Oiya, berbicara mengenai kewajiban, kembali lagi ke syuting tadi, saya sebenarnya tidak setuju dengan kesimpulan yang dikatakan dr. Reisa saat menutup talkshow. Beliau mengatakan, "Bahwa kita sebagai orangtua berkewajiban untuk memberikan vaksin/imunisasi kepada anak kita, supaya tidak terjangkit wabah penyakit, ...", yang menurut saya, itu tidak mewakili apa yang sudah saya utarakan, juga tidak mewakili apa yang dr. Rini Sekartini utarakan, yakni bahwa saya jelas tidak memberikan vaksin karena saya tidak berkewajiban untuk itu, juga dr. Rini menginformasikan dan menegaskan bahwa pemberian vaksin itu bukan berarti terhindar dari penyakit.


Saya juga mau membagi advise yang saya dapat dari dokter Maxi - dokter kandungan di Cilaki Bandung (rumahnya dijadikan tempat pelayanan Opa Anton), sesaat sebelum saya talkshow, bahwa, jangan sampai hak anak kita itu diambil hanya untuk statistik; bahwa semua anak itu dilahirkan unik, dan bahwa anak itu tidak membutuhkan vaksinasi/imunisasi.


Sekali lagi, kami paham, bahwa kami ini kaum minoritas. Kami sadar itu. Sangat sadar. Kami menjunjung tinggi hidup sehat. Kami bertolak belakang dengan kebanyakan orang yang memilih untuk memberikan vaksin. Kami, dalam hal ini saya, sangat yakin anak saya tercipta sudah dengan kekebalan tubuhnya sendiri - ALAMI, dan itu yang saya dan keluarga saya rasakan hingga saat ini. Saya tidak pernah mendadak ijin kerja karena anak sakit, saya tidak pernah meninggalkan anak di rumah dalam keadaan sakit, semua terjadi sesuai dengan keinginan kami - orang tua, juga tentunya karena kehendak - Nya. Kami sudah dipersiapkan dari 0 (nol) kilometer, bahkan jauh sebelum kami menikah (bisa membaca postingan saya sebelumnya mengenai history keikutsertaan saya dalam program pelayanan hidup sehat Opa Anton).


Ini saya sharing foto - foto saat saya syuting yah.. 

Pictures taken by Om - omnya Celine, Om Agung & Om Anggun :D


Disiarkan di Trans TV, 24 April 2016, hari Minggu jam 3 sore WIB :)










Thanks for reading, readers!
:)











Thursday, July 16, 2015

Hidup Sehat Bersama Opa Antonius Porat

Nama beliau: Antonius Porat. Kami menyapanya "Opa" karena panggilan baby kami sedari masih di dalam kandungan :)

Sharing mengenai pelayanan hidup sehat ini, berbagi untuk sesama yang tujuannya pasti untuk hidup sehat dan bahagia :D

Saya ikut pelayanan Opa Anton ini sejak November 2012. Awalnya tahu dari suami saya (saat itu masih status pacaran. Keluarga suami saya sudah ikut semua. Bapak-ibu, dan semua kakak2nya). Pengenalan dari suami saya waktu itu adalah, ayo kita ikut untuk hidup sehat, persiapan untuk kelak kita menikah dan merencanakan mempunyai keturunan, jadi kedua tubuh dibersihkan terlebih dahulu dari segala macam makanan yang tidak dibutuhkan tubuh. Istilahnya adalah, Opa Anton bisa "melihat" daftar makanan yg tidak cocok tersebut atau istilahnya Racun. Kenapa racun? Karena mematikan. Diibaratkan dengan baygon. Hanya bedanya, di rasa. Kalau baygon sudah jelas tidak enak. Kalau daftar makanan tadi, enak; namun kalau dikonsumsi terus - menerus akan mematikan.
Saat itu saya menolak. Pikir saya, kalau mau hidup sehat ya hiduplah yang sehat. Makan yang sehat, makan banyak sayur - buah; juga olahraga. As simple as that.
Suami saya racun tubuhnya adalah: telur, kepiting, ikan asin.
Jadilah pada tahun 2012 itu, momen kami pacaran lebih banyak di malam hari after office hour; alhasil seringkali membatalkan makan malam karena direpotkan dengan "ayamnya digoreng barengan sama minyak telur", "nasi gorengnya ada telurnya", ""ga bisa seafood soalnya penggorengannya sama;walaupun bisa udang dan cumi".
Ah, ribet sekali sih? Wajar yah kalau saat itu saya menolak pelayanan tersebut.

Waktu berlalu, saya "terpanggil" untuk ingin tahu lebih dalam mengenai pelayanan hidup sehat ini. Toh, saya mau lanjut atau tidak, yang penting saya tahu dulu nih, makanan apa saja yang tidak cocok untuk tubuh saya.

November 2012; Bandung pagi hari.
Saya bersama keluarga pasangan saya mengunjungi Opa Anton di Bandung. Lokasi di Cilaki, di rumah dokter Maximus; seorang dokter kandungan. Rumahnya luas, sejuk, dan sudah banyak orang yang antri di depan pintu gerbang untuk bersalaman dengan Opa Anton yang duduk tepat di dalam pintu gerbang tersebut. Tibalah saya bersalaman dengan beliau dan "Cokelat, kepiting, cumi, telur puyuh".
WOW. Saya mau share mengenai makanan2 tersebut.
Pertama, cokelat. Ini adalah makanan kesukaan saya sedari kecil sampai di malam hari sebelum saya bertemu Opa. Jadi ceritanya, saya baru balik dari Vietnam, transit KL sebelum ke Indonesia. Karena tergila - gila dengan cokelat, belilah saya cokelat sampai kalau dirupiahkan itu 1,5 juta. Kebayang kan yah banyak sekali itu, dengan beragam jenis bentuknya. Ada yg spoon, dll. Malam sebelum saya ketemu Opa, saya menghabiskan 5 bungkus cokelat sekaligus. Jadi setelah saya diharuskan untuk berhenti mengkonsumsi cokelat, saya hanya tertegun sembari bergumam dalam hati "yaudalah, semalam sudah puas habisin 5 bungkus". DAN sebenarnya ya tidak hanya semalam saja, tetapi berpuluh tahun, sejak kecil saya mengkonsumsi coklat, mulai dari susu, kue, roti, selai, permen, dll.
Kedua, kepiting. Saya jarang sekali makan kepiting. Setahun sekali saja, waktu Natalan di Balikpapan. Bisa dibayangkan kan, betapa nikmatnya kepiting Balikpapan (Kenari atau Nandito)? Tapiiii..walau hanya setahun sekali, tapi sekali makan bisa 2 ekor habis sendiriiiiii {^_^}. Jadi, yaaah, sudah kebanjiran kepiting lah yaa tubuh saya :)
Ketiga, telur puyuh. Ini selalu menjadi pasangannya setiap makan soto ^_^. Hampa rasanya kalau makan soto tanpa telur puyuh.
Terakhir, cumi. Yah, so so lah. Tidak terlalu sering makan ini. Tidak termasuk ke daftar makanan favorit juga. Tapi pelayanan Opa ini adalah untuk mendeteksi penyakit yang sedang dialami DAN yang akan dialami. Jadi, saya juga tidak tahu apa yang akan saya alami kelak kalau terus mengkonsumsi cumi ini.

Above all, saya patuh dan taat dengan tidak pernah melanggar makan "racun" ini". Sampai akhirnya kami menikah 31 Mei 2013. Saya mulai menggemuk dan saat ada pelayanan Opa di Bandung, saya "minta" nambah racun lagi, misalnya sambalkah, telurkah, dll. Tapi Opa menjawab, "sudah...tidak apa2 gemuk..sudah tanda2.. Kamu stop makan tepung dan perbanyak air putih".
Sejak saat itu saya stop makanan mengandung tepung (OMG! A LOT OF!). Pizza, bakso, mie, roti, kue, martabak, siomay, batagor, kerupuk, bakwan, dll. Padahal makanan yang saya sebutkan tadi itu adalah kesukaan saya semua.
Tapi saya yakin bahwa ini tujuannya untuk menyehatkan badan saya, membersihkan tubuh saya. Dan betul saja, sebulan kemudian, saya hamil :). Jadi kalau dihitung, saya kosong 4 bulan.
Selama 10 bulan hamil (40 minggu), saya sama sekali tidak merasakan muntah2 yang pada umumnya terjadi, atau mual, dll. Semua berjalan seperti biasa, I enjoyed my pregnancy, dan puji Tuhan, bayi saya lahir dengan selamat pada 10 Juli 2014, jam 08.00 pagi di RS. Siloam (cerita mengenai kelahiran saya, terpisah, I posted it already). Saya lahir dengan jalan normal, mudah, lancar.
Saya berpikir, mungkin kalau saya masih makan "seenaknya", si bakso dan kawan2, mungkin saja saya muntah2, karena makanan2 itu tidak cocok untuk badan saya, pun bayi saya.

Sampai detik ini, anak saya berumur 1 tahun 6 hari. Sehat, tanpa imunisasi, tidak pernah sakit, kecuali badan hangat setiap mau tumbuh gigi. Itu saja. Tidak ada bapil, atau penyakit lainnya. Juga saya masih memberikan ASI eksklusif untuk anak saya, Birgitta Theophany Celine Kinanti, tanpa sufor (susu formula). Puji Tuhan :)
Untuk special case ini, saya dapat menu khusus dari Opa untuk semakin melancarkan ASI. Dari minggu pertama bayi saya lahir, saya disarankan perbanyak konsumsi kangkung-tulang babi-kacang hijau, dan minum susu Lactamil (tersedia 2 rasa, cokelat dan vanilla. Karena racun saya coklat, maka saya memilih vanilla). Untuk kangkung-tulang babi-kacang hijau ini, saya buat dengan menggunakan resep brenebon (sup kacang merah ala manado), yang kacang merahnya saya ganti menjadi kacang hijau. Rasanya? Mantapppp. Terbukti ASI saya banyak dan lebih dari cukup, hingga detik ini saya menulis :)

Melalui pelayanan Opa Anton ini, selain sehat, pada akhirnya juga saya merasakan hidup yang jauuuuh lebih hemat. Bayangkan saja, saya bisa menghabiskan beribu2 atau berpuluh2 ribu uang untuk jajan baksolah, martabak setiap pulang kantor, atau mampir beli siomay untuk menjadi teman saat nonton Indonesia Idol, atau sekedar kue2 dan roti2 coklat,strawberry, dll untuk teman dikala jalan2 di mall. Bisa dibayangkan betapa hematnya saya yang saat ini mengkonsumsi "hanya" lemper dan arem2.
Oiya, saya sewaktu hamil naik berat badan dari 55 kg menjadi 75 kg :D
Setelah melahirkan, saat ini saya sudah 48kg. No diet, no olahraga (maksudnya, tidak sesering dahulu kala. Bisa renang seminggu or sebulan sekali). Sekarang olahraganya cukup menggendong anak dan nyuci baju, jemur baju, nyapu, masak, yaaa olahraga tubuh yang sangat sederhana. Andaaaai saya masih makan makanan2 nikkkmat tadi (hihi), mungkin saya tidak menyusut sampai selangsing ini :)

So, untuk Anda yang membaca blog saya ini, tidak perlu ragu lagi untuk mengikuti pelayanan Opa Antonius Porat. Beliau asli Kupang. Pelayanan pusatnya di Kupang. Ada rumah singgah bagi mereka yang mau berobat ke sana. Oiya, kalau ada yang ingin berkunjung, akan dijemput dari Bandara Kupang. Penginapanpun gratis. Ya rumah singgah itu. Kegiatannya ya memasak dari hasil kebun. Iya, kami punya kebun sendiri, yang tentunya sehat, karena bibitnya dari Opa :). Menyenangkan, bukan?

Oiya, saya juga ingin berbagi mengenai pasien2 Opa lainnya yang telah berhasil sembuh dari penyakit; bahwa pelayanan/pengobatan ini tidak bisa dipikirkan berdasarkan logika. Ada pasien yang mengalami sakit jantung dari semenjak beliau masih muda (bapak mertua saya), "racun tubuh"nya adalah daging. daging = susu, keju (karena termasuk turunannya). Setelah taat, beliau sembuh dan aktif mengerjakan segala sesuatunya dengan baik hingga detik ini. Ada juga pasien yang diabetes; dimana pada umumnya tidak boleh makan yang manis2, tapi ternyata tubuhnya memerlukan durian, jadilah pasien tersebut disarankan Opa untuk mengkonsumsi duren 8 buah/hari, dan hasilnya? Sembuh! :)
Ada juga yang mengalami sisik pada kulitnya. Ternyata racun tubuhnya adalah bawang; artinya segala jenis bawang - baik itu bawang merah, putih, bombay. Dan hasilnya juga sudah sembuh. Ada yang tidak boleh makan capcay, tp boleh makan wortel, buncis, dll. Berarti tubuhnya tidak cocok ketika bahan2 makanan tersebut dijadikan satu dan menjadi capcay :) Unik bukan? Ya, karena setiap tubuh manusia diciptakan unik, dan berbeda2. Jadi untuk penyakit yang sama di tubuh yang berbeda, obatnya pasti berbeda juga; walaupun dia kembar :).
Ada ibu hamil usia 7 bulan, yang kalau di dokter biasa pasti diminta dikuret, tapi beruntung beliau bertemu Opa, akhirnya Opa beri tahu "racun tubuh" , dan beliau melahirkan dengan selamat pada saat janin baru berusia 7 bulan, dan sampai sekarang bayinya sehat, seperti pada umumnya. :)

Plus, mengikuti pengobatan ini berarti kita stop obat dokter. Stop ke rumah sakit. Kita harus taat untuk tidak mengkonsumsi "racun tubuh" yang disebutkan Opa.
Itu saja. Mudah kan, selain badan sehat, hidup kita juga hemat :)

Biasanya Opa keliling Indonesia, misalnya Palembang, Medan, Bali, Makassar, Bandung. Dan, perdana di Februari 2015 lalu, Opa membuka pelayanan di Jakarta. Makanya saya senaaaang sekali, karena jaraknya dekat jika dibandingkan dengan ke Bandung.
Pelayanan / pengobatan ini gratis tanpa dipungut biaya. Apabila Anda ingin menyisihkan dana Anda (yang biasanya habis untuk berobat atau bahkan seperti saya; habis untuk membeli makanan2 fav saya tadi, dapat menyisihkan dana tersebut untuk biaya operasional rumah singgah di Kupang yang sudah saya paparkan tadi).
Istilah "Di dalam tubuh yang kuat, terdapat jiwa yang sehat" itu kurang tepat, bahkan cenderung salah. Yang tepat adalah "Di dalam JIWA yang sehat, terdapat tubuh yang kuat" ; karena yang terpenting adalah jiwa. Memberi makan jiwa. Mengutamakan jiwa. Berbuat baik, tersenyum, banyak membantu tanpa pamrih, dll. Ketika jiwa kita sehat, maka tubuhpun akan sehat dan kuat.

Semoga membantu Anda yang saat ini sedang mengalami sakit tertentu. Percayalah, ini adalah jalan terbaik. Kita bisa percaya dengan mereka yang memberi obat ke dalam tubuh kita. Mengapa kita tidak bisa percaya kepada beliau yang "hanya" dan "sekedar" memberikan daftar racun tubuh kita?

Salam,
Ratu Patimasang.




Monday, October 6, 2014

Birgitta Theophany Celine Kinanti



Kamis, 10 Juli 2014, 08:00 WIB, RS. MRCCC Semanggi.


Keajaiban :)
Suatu peristiwa penting yang hadir dalam hidup saya adalah ketika dengan penuh perjuangan melahirkan anak tercinta, Celine.
Membahagiakan. Mengharukan. Selama 40 minggu bersamanya, selama 10 bulan berbagi tubuh bersamanya :)

Kuasa Tuhan Yesus sungguh nyata. Kemudahan dan kelancaran yang aku jalani, sejak awal kehamilan sampai proses persalinan, semuanya dibimbing oleh-Nya..

Sehat, dengan berat badan 3,33 kg dan panjang 51 cm, lahirlah anak kami tercinta, yang saat ini mulai memberi warna baru dalam hidup berumahtangga kami. Keluarga kecil, keluarga Nazareth.









We love you, lil Queen :)


Sunday, June 1, 2014

9 Months Pregnancy :)

 (6 months pregnancy) 
:)

 I'm not alone.

Masuk bulan ke-9..
Bangun tengah malamnya semakin sering.. Terutama krn sulit mau tidur hadap mana.. Kiri.. Atau kanan... Atau terlentang..

Tendanganmu smakin kuat..
Cegukanmu smakin terasa..

Awal juli prediksi dokter.. Ya.. Sebulan lagi.. Smoga lancar ya kelahiranmu..

My precious little baby...
I have loved you from the start..
You are a tiny miracle,,
laying closely to my heart.
Each day I feel your presence,
each day you quickly grow.

So I'll remember this..
the months I carried you.

#IKnewILovedYouBeforeIMetYou

Tuesday, March 5, 2013

Janji - Mu Seperti Fajar Pagi Hari..

Dan waktu - Nya pun akan tiba...

Tuhan tlah berikan petunjuk - Nya.. Menjawab mimpi kami.. Menanggapi harapan kami.. Dan kami mengamini - Nya..

Tuhan tlah menunjuk dia untuk menjadi pasanganku, dan aku untuk menjadi pasangannya..
Dia adalah Matius Koko Suparyanto Hari Prabowo.. Menggenapi cita dan asaku untuk saling melengkapi dan menyempurnakan hidupku.
Pria pilihan Tuhan yang sangat kucintai sepenuh hati dan setiap hari, tertata rapi dalam sanubari, hingga selalu membuatku semangat, cerah, berseri.. :)

Ya, akan tiba waktu - Nya..

Waktu dimana aku dan dia akan dipersatukan dalam nama - Nya..
Waktu dimana aku dan dia akan membangun keluarga Nazareth, dalam ikatan kasih dan setia - Nya..
Waktu dimana aku dan dia akan berjanji dalam suka dan duka saling menerima dalam bimbingan - Nya..

Ya, akan tiba waktu - Nya..

31 Mei 2013, Jumat, 15.00 WITA,  di Gereja Katedral Manado..

Harapanku, harapannya, harapan kami, menjadi satu.
Tidak ada lagi aku dan kamu, melainkan kita. :)

Puji Sukur kepada - Mu Yesus.
Terima kasih atas berkat - Mu tak terhingga dalam kehidupan kami..


Bunda Maria memberkati kita semua :)





Matius Koko Suprayanto Hari Prabowo

Fransiska Xaveria Indria Ratu Patimasang




Saturday, March 17, 2012

Bersyukur.

Ketika aku mengalami segala hal
yang membuat perasaan menjadi penat.

Ketika aku menghadapi permasalahan
yang menciptakan rasa bosan dan pikiran berat.

Ketika aku menjalani persoalan
yang mengakibatkan semuanya menjadi sakit tak sehat.

Aku ingat satu kata, bersyukur.

Ya, bersyukur.
Bahwa segala hal yang membuat penat itu hanyalah cobaan.
Bahwa setiap masalah yang menciptakan pikiran berat itu hanyalah rintangan.
Bahwa semua persoalan yang mengakibatkan sakit, tak sehat, hanyalah ujian.

Hadapi, jalani, dan syukurilah.

Tuhan menyayangi umat-Nya. Ia tak pernah meninggalkan kita.

Bersyukurlah :)


= dari perbincangan dengan seseorang yang istimewa=

Once - Aku Ingin.

Kau boleh acuhkan diriku
Dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku
Kepadamu

Kuyakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada

Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untuk masa lalu

Thursday, January 12, 2012

AYAH.

Biasanya, bagi seorang anak yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya….. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak kecil……

Papa biasanya mengajari buah hati kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Karena Mama takut anak yang di sayanginya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu sikecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang MANJA dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi..

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu..!!”

Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu.

Ketika saat seorang pacar mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling lembut sedunia…. :’)

Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa "cemburu..!!”

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut…

Ketika melihat sikecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?

“Bahwa sikecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah”

Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah..

Ketika kamu menjadi anak dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Ayah harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?

Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.

Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka dan mainan baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “ sikecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Dan sampai pada saat seorang belahan jiwamu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.

Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Ayah tahu…..

Bahwa lelaki/wanita itulah yang akan menggantikan posisinya dan perhatiannya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang yang mengasihimu, Ayah pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui?

Di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis…

Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

"sikecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi seseoarang yang luar biasa….

Bahagiakanlah ia bersama pasangannya…”

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Ayah telah menyelesaikan tugasnya….

Ayah, Bapak,Papa atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…

Dan sungguh aku akan sangat merasa berbahagia,jika seandainya saat ini Ayah masih ada disini untuk menemani…

Thursday, August 18, 2011

Public Relations and I :)


Menjadi seorang Public Relations adalah salah satu hal yang menyenangkan selain kegemaran saya berkuliner (agak ga nyambung sih). Menggeluti profesi ini juga bukan disengaja, karena majoring pendidikan saya adalah Advertising, bukan Public Relations. Tapi karena sama2 didalam naungan jurusan Komunikasi, tetep aja jatuhnya ga terlalu berbeda….seperti akuntansi vs arsitek, misalnya. :D
Berawal dari tahun 2007, menjadi mahasiswa magang di PT. Petakumpet Creative Network, the most creative advertising agency di Jogja. 3 bulan setelah magang, “ditawari” menjadi Marketing Support. Pengennya sih menjadi karyawan seterusnya, tapi apa daya, skripsi saat bekerja itu terabaikan, alhasil setelah bekerja total 6 bulan, saya resign dari agensi yang sangat memberi saya pelajaran banyak itu..:’)
Laporan magang sudah selesai, skripsi dan wisuda sudah selesai, saatnya terjun (lagi) ke dunia kerja. Kebetulan (eh, ga ada yang kebetulan dink ya di dunia ini :D), klien dari Petakumpet salah satunya adalah Plaza Ambarrukmo. Jadilah saya “iseng” menanyakan apakah ada posisi yg cucok untuk seorang saya. Dan kebetulan (eh, salah lagi ya?), ada! Melamarlah saya, dan diterimalah saya, untuk Event & Promotions  nya. Usut punya usut (ini artinya apa sih sebenernya?), saya diarahkan menjadi Public Relations nya. Antara bengong, takut, berat, dan senang. Kayaknya sih perasaan yang paling terakhir yang paling bener :D
Cukup 2009 – 2010 saya berpeluh di Jogja (ini berlebihan skali kalimatnya). Tahun2 selanjutnya, saya melanglang buana mencari kenyamanan bekerja, sampai pada akhirnya sekarang terdampar di ibukota.. Dunia pekerjaan yang saya geluti memang sangat Public Relations sekali. Satu yang sangat melekat dalam diri saya adalah, menjadi Public Relations itu terkadang (catet loh.. Terkadang..) hanya dilihat pada saat ada masalah (di public ataupun management perusahaan kita). Entah itu misalnya pada saat perusahaan terkena masalah ini itu, pasti PR yang dicari untuk menjadi nara sumbernya, ditekan dengan pemberitaan ini inu, dan blablabla lainnya. Saya bisa kok memberi kesaksian mengenai ini, privately tapi, not clearly here… hehehe :p
Bertemu dengan orang-orang baru, dengan segala karakter, tipe, dan bahasa.. Bertemu dengan teman2 wartawan yang pekerjaannya memang sangat berat dalam mencari berita,..Bertemu dengan boss-boss yang terkadang (inget yah, ini terkadang…) menyebalkan, tapi lebih banyak yang menyenangkan. Banyak sekali pengalaman menarik sbg PR, walaupun tidak sedikit juga yang membuat lelah..Di saat deadline press conference di depan mata dan press release tak kunjung lengkap datanya..Di saat media gathering akan dilaksanakan dan data list wartawan hilang entah ke mana.
Public Relations... Not as easy as it seems and sounds like. PR is a front person of a Company, for showing dedication and build some good image between the Company and Public / Mass. PR should have capability to make a good relation with Mass Media :). I love being a PR as my job :)”- me.
 Thanks to these company who teach and treat me well as their Public Relations :) : Petakumpet Creative Network Jogja, Plaza Ambarrukmo Jogja, Teraskota BSD, Hot Air Balloon Bali, Pray For Indonesia, Horison Hotels Group, and don’t know what’s next :D

Wednesday, August 17, 2011

Don't Know

I'm not good enough at expressing my feeling.. So I keep everything bottled inside. Half the time, I want to tell someone what I'm feeling, but don't even know how to describe it. So I stay quiet.

Friday, August 12, 2011

Aku memanggilmu sahabat :)

Kita semua mempunyai tempat tersembunyi
Jauh dalam relung diri; tempat kita bersembunyi
Untuk merenung, untuk bersendiri, menjadi diri sendiri..

Tempat unik ini, tempat kita bertatap muka dengan rasa terdalam kita,
Menjadi gudang segenap asa, segenap pinta, segenap mimpi, segenap ketakutan yang bisu.
Merangkum intisari diri dan hasrat untuk menjadi sosok yang kita damba..

Namun sesekali, terencana atau tak terduga,
Seseorang menemu jalan masuknya
Dan terizinkan ia untuk menengok, merasa, membagi
Segenap alasan, segenap keraguan
Segenap ledak rasa yang tersimpan.

Ia tambahkan sudut pandang baru dunia tersembunyi,
Dan, dalam tenang, berjenak di sudutnya sendiri di tempat istimewa kita,
Tempat sebagian dirinya tinggal selamanya.

Dan aku memanggilnya sahabat :)


Sahabat itu belajar dan tumbuh dewasa bersama-sama, bersatu saling meringankan beban dan saling mencerahkan kehidupan. Para sahabat dapat menimbulkan dampak luar biasa bagi hidup kita. Mereka adalah guru dan penunjuk jalan kita.
Bila diminta, Tuhan akan mengirimkan seorang sahabat ke hadapanmu yang sudah kehilangan cinta. Ada lubang besar yang tak mungkin terisi penuh, dan rasa sakit tidak jarang datang berkunjung. Tapi penderitaan tak akan terasa berat di dalam pelukan seorang sahabat.
Persahabatan, seperti halnya kehidupan, adalah sebuah perjalanan, sesuatu yang kauperjuangkan, sesuatu yang terus tumbuh dan berubah; dan sesuatu yang mekar dan terbentuk selama kau menjalaninya. Persahabatan memperlihatkan pelangi untukmu dikala hujan dan matahari di saat segala sesuatu di dunia ini terlihat buram. Sahabat adalah karunia tersuci dari Tuhan, karena kasih sayang persahabatan adalah cinta tanpa pamrih.
Seorang sahabat akan mendengarkan ratapan kesedihanmu, ikut serta merasakan kebahagiaanmu juga. Seorang sahabat akan tetap mendampingimu, di saat-saat terberat; tersulitmu. Elemen terpenting persahabatan adalah kepercayaan. Yakinlah bahwa kasih sayang tidak akan berubah, kendati pesan-pesan singkat ataupun telepon berkurang, semua itu akan terbukti saat kalian duduk berhadapan, dan waktu seolah tak pernah sama sekali berlalu.

Waktu dan jarak tidak berarti. Kedekatan hati adalah urusan hati :)

~"Mis amigos son las personas con las que me entiendo" ~
"Persahabatan adalah tempatku memahami diriku sendiri bersama orang lain."

Thursday, August 11, 2011

Allah Peduli :)

Banyak perkara yang tak dapat kumengerti..
Mengapakah harus terjadi di dalam kehidupan ini..
Satu perkara yang kusimpan dalam hati..
Tiada sesuatu kan terjadi, tanpa Allah peduli..

Allah mengerti.....
Allah peduli.....
Segala persoalan yang kita hadapi..
Tak akan pernah dibiarkanNya ku bergumul sendiri..
Sebab Allah mengerti..

-Nikita-

Terkadang kita merasa tak ada jalan terbuka..Tak ada lagi waktu terlambat sudah..
Tuhan tak pernah berdusta.. Dia slalu pegang janji-NYA.. Bagi orang percaya mukjizat NYATA..
Dia mengerti, Dia perduli persoalan yang sedang terjadi.. Dia mengerti.. Dia perduli persoalan yang kita alami..
Namun satu yang Dia minta agar kita percaya sampai mukjizat menjadi NYATA.. :)

Friday, August 5, 2011

Kiat untuk Menjadi dan mencintai Dirimu Sendiri

1. Nikmati keinginanmu.
2. Tau mana yg kamu sukai dan mana yg tidak.
3. Sesekali, dress up persis seperti yg kamu suka, tidak dress up seperti teman-temanmu.
4. Menyukai apa yg kamu lihat di cermin.
5. Pikirkan segala hal yg membuatmu bahagia.
6. Lakukan sendiri sesuatu yg kreatif.
7. Berpikirlah dgn hatimu.
8. Tentukan satu hari dalam seminggu sebagai "harimu" untuk melakukan apa saja yang kamu mau.
9. Lakukan suatu kegiatan olahraga tanpa harus berkompetisi.
10. Baca buku bagus.
11. Lakukan kebajikan untuk orang lain.
12. Lakukan kebajikan dan jangan biarkan orang tau kamu yang melakukannya.
13. Ketika seseorang memujimu, terimalah, dan katakan "terima kasih".
14. Tanamlah sesuatu dan awasi pertumbuhannya.
15. Habiskan waktumu seorang diri tanpa melakukan apa-apa.
16. Jadikan kamarmu ruang pribadi. Hiasilah, pajanglah foto teman-temanmu atau apa saja yang membuatmu bahagia di segala sudut.
17. Impikan segenap impian besar bagi dirimu dan percaya bahwa segala angan-anganmu bisa menjelma kenyataan.
18. Maafkan dirimu sendiri untuk semua kesalahan yang pernah kamu lakukan dan mulai lagi dari awal yang baik.
19. Katakan sesuatu yang manis untuk dirimu sendiri setiap hari.
20. Mulailah setiap hari dengan doa dan rasa syukur.

Untuk Segala Sesuatu Ada Waktunya (Pengkhotbah 3: 1 - 15)

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal.

Ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk menuai.

Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa.

Ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu,

Ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri untuk dipeluk.

Ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari.

Ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara.

Ada waktu untuk membuang, ada waktu untuk menyimpan.



Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Segala sesuatu yang dilakukan Tuhan akan tetap ada untuk selamanya; itu tidak dapat ditambah dan tidak dapat dikurangi; Tuhan berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.
Yang sekarang ada, dulu sudah ada; dan yang akan ada, sudah lama ada; dan Tuhan mencari yang sudah lalu..



“Aku tahu dua orang tidak dapat berjalan bersama-sama kecuali mereka berjanji. Tolonglah kami untuk menemukan satu titik temu, kesamaan dan kesatuan.
Jika ada di antara kami yang perlu berubah, aku berdoa Engkau mau mengubah kami. Jelaskanlah ‘tembok pemisah’ atau kesalahpengertian. Aku menyerahkan dia ke dalam tanganMu dan meminta Engkau membuat hubungan kami seperti yang Engkau mau untuk kemuliaanMu.Amin”